banner 468x60

36 Tahun Dicibir dan Dihina Orang

 Ekonomi, KARIER, MASYARAKAT, Metropolitan, REGIONAL
Gratis daftar jadi agen Tiket pesawat online

Melihat pria bekerja sebagai juru parkir sudah biasa. Apalagi melihat pria berprofesi sebagai sebagai tukang tambal ban pun sudah sangat biasa. tetapi Kalau lihat perempuan yang berprofesi sebagai tukang tambal ban sudah biasakah?

Masitoh (57) adalah salah satunya.

Dia sehari-harinya berkerja sebagai tukang tambal ban di Jalan Kolonel H Burlian Palembang.

Sudah 36 tahun ia berkerja.

Peralatan tampal ban seperti kompresor, kompor khusus menampal ban, peralatan kunci motor dan lainnya bukan barang asing baginya.

 

terlihat Masitoh sedang menambal ban sepeda motor yang bocor.

Ia sangat gigih dan telaten mengerjakannya tanpa kenal lelah.

Debu dan asap dari mobil dan motor tak menghalanginya untuk mencari pundi-pundi uang.

“Walaupun saya perempuan tapi saya tak malu. Cibiran dan hinaan dari orang lain motivasi bagi saya agar tetap kuat dan semangat untuk bekerja,” ujarnya.

Pendapatan Masitoh dari menambal ban per harinya sebesar 50 ribu dan bila ramai bisa kisaran ratusan ribu rupiah.

Uang tersebut ia pergunakan untuk makan sehari-hari dan membayar anaknya sekolah.

Ia memiliki 8 orang anak dan 10 cucu.

Kelima anaknya sudah menikah tapi ia tetap hidup di pinggir jalan.

Dua di antaranya masih sekolah dan satunya lagi telah meninggal dunia

Pukul 21.00 setelah ia bekerja, ia tidur di depan ruko.

Walaupun dingin dan hujan tak menggodanya untuk pergi dari ruko tersebut.

Istri dari Mustar Dulhadi (68) ini memang sosok pekerja keras, baik, sopan dan ramah.

Mustar juga bekerja sebagai juru parkir yang bekerja persis di samping tempat istrinya bekerja menambal ban.

Menurut Evi, ibunya adalah sosok ibu yang ia kagumi tak pernah menyerah dalam hidup meski banyak yang meremehkannya.

Terbukti ia mampu menyekolahkan kelima anaknya sampai SMA dari hasil menambal ban.

“Ibu adalah sosok inspirasi bagiku. Bagiku ibu tidak ada duanya,” ujar Evi dengan nada sedih.

“Kami tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau yang lainnya. Saya berharap mampu mewujudkan cita-cita ibu untuk umrah,” ujar Evi.

Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2017/12/22/kisah-wanita-tukang-tambal-ban-asal-palembang-36-tahun-dicibir-dan-dihina-orang?page=all

Pendaftaran GRATIS

Berita

One Response

  1. aakoa14 Mei 2013 at 18:49Reply

    Powerfull theme..

    keren banget Bro tema websitenya ^^

Tinggalkan Balasan